Lihat-lihat koleksi buku, dapat ada buku Keroncong Motinggo: Dua Kumpulan Sajak karya Subagio Sastrowardoyo (Balai Pustaka, 1985). Belum diketahui alasannya kenapa judulnya Keroncong Motinggo. Dari sekian puluh puisi yang terdapat dalam antologi ini dipilih dua sajak yang menarik: Lorelei dan Asmaradana. Kenapa menarik? Silakan menyimak sendiri.
Lorelei (Subagio Sastrowardoyo)
Hati perempuan tergelepar
di karang putih
Rambut yang rontok
melayangkan tangis pedih
– Nelayan, nelayan
Masukkan bidukmu
ke ceruk dalam
– Nelayan, nelayan
Curahkan kasihmu
ke peluk malam
Batu belah
mencucurkan darah
Selaput lumut
menjejak ke bawah
Nelayan mabuk
terjun ke lubuk
Perempuan jalang
terpekik girang
Asmaradana (Subagio Sastrowardoyo)
Sita di tengah nyala api
tidak menyangkal
betapa indah cinta berahi
Raksasa yang melarikannya ke hutan
begitu lebat bulu jantannya
dan Sita menyerahkan diri
Dewa tak melindunginya dari neraka
tapi Sita tak merasa berlaku dosa
sekedar menurutkan naluri
Pada geliat sekarat terlompat doa
jangan juga hangus dalam api
sisa mimpi dari sanggama


