Baru saja berkunjung lagi ke blog CabikLunik setelah lama tak mampir. Hingga kunjungan terakhir, blog ini masih konsisten menampilkan artikel-artikel seni, sastra dan budaya yang tersebar di jagat maya. Blog sederhana yang membuat surprise: sadar atau tidak blog ini sudah mendokumentasikan pikiran-pikiran seni dan budaya yang muncul di Indonesia. Hal yang dulu dikerjakan dengan tekun oleh HB Jassin. Walau masih terbatas pada sejumput media massa, namun kerja budaya seperti ini patut dipuji.
Saya sendiri menjadikan blog ini sebagai sumber untuk mengetahui isu-isu seni (terutama teater) di negeri ini. Daripada mengunjungi satu per satu sumber situsnya, lebih baik berkunjung ke blog ini. Wajar kemudian, saya menganggap blog ini sebagai perpustakaan digital saya (wajib masuk dalam bookmark).
Yang menjadi kekuatiran: sampai kapan blog ini akan bertahan? Mengingat blogspot sendiri memiliki batas maksimal untuk ruang penyimpanannya. Entah apakah kemudian akan muncul CabikLunik2, CabikLunik3, dan seterusnya.
Salut!